Perbaikan Penangkal Petir Instalasi Lama Menjadi Baru


Melayani perbaikan pada instalasi penangkal petir yang telah terpasang dan mengalami kerusakan ringan hingga berat, atau perbaikan nilai grounding penangkal petir sudah tidak memenuhi standart. nilai grounding juga dapat berubah-ubah karena struktur tanah yang awalnya kondisi lembab menjadi kering. Jenis perbaikan kerusakan penangkal petir bisa disebabkan oleh kesalahan konstruksi dan faktor alam yang sangat ekstrim (angin, hujan, kelembaban udara dan suhu) pada daerah tersebut. Perbaikan instalasi penangkal petir dilakukan dengan memperhatikan faktor konstruksi dan material, apakah masih layak digunakan atau membutuhkan penggantian sebagian material saja atau mungkin juga keseluruhan material harus diganti. Kami selaku vendor mendukung dalam hal pemanfaatan barang bekas dari sisa konstruksi sebelumnya, asalkan menurut pertimbangan masih layak untuk dipergunakan kembali. Bisa menjadi salah satu pilihan dan solusi sehingga dapat menekan biaya serendah mungkin. Perbaikan penangkal petir bisa dikerjakan dengan waktu yang singkat, asalkan tidak tergolong perbaikan total yang mana waktunya bisa sama dengan pemasangan instalasi penangkal petir baru.

perbaikan penangkal petir
Perbaikan Penangkal Petir

Beberapa jenis pekerjaan perbaikan penangkal petir :

  • Perbaikan / Penggantian Air Terminal
  • Perbaikan / Penggantian / Modifikasi Pipa Penyangga
  • Perbaikan / Penggantian / Modifikasi Kawat Seling
  • Perbaikan / Penggantian / Modifikasi Lampu Tower
  • Perbaikan / Penggantian / Modifikasi Sistem Pembumian (Grounding)
  • Perbaikan / Bongkar / Pindah Lokasi Instalasi Tower Triangle dan Fourangle
  • Pengecatan Ulang Instalasi Penangkal Petir dan Instalasi Tower

Instalasi penangkal petir dapat bertahan hingga puluhan tahun pada kondisi dan lingkungan normal. Merujuk pada PER02/MEN/1989 aspek lingkungan menjadi salah satu yang perlu diperhatikan sebelum menentukan bahan dan ukuran instalasi penangkal petir. Disamping dua aspek lain yang disebutkan pada peraturan tersebut yaitu aspek ketahanan mekanis dan aspek kimia terutama korosi. Hal seperti ini yang perlu dicermati, itulah mengapa pada daerah tertentu atau daerah dengan pengaruh alam yang sangat ekstrim perlakuannya berbeda. Perlunya instalasi penangkal petir yang dirancang sedemikian rupa baik dalam segi konstruksi dan spesifikasi kualitas material serta bahan yang melebihi dari instalasi penangkal petir pada umumnya. Sehingga diperoleh instalasi penangkal petir yang handal dan mampu bertahan lama.

Selain perbaikan untuk mencegah kerusakan instalasi penangkal petir, perlu dilakukan pemeriksaan dan pengujian pada instalasi penyalur petir tersebut. Merujuk pada PER02/MEN/1989 untuk pemeriksaan dan pengujian berkala setiap 2 (dua) tahun sekali. Sedangkan untuk pemeriksaan dan pengujian periodik tergantung dari kebijakan masing-masing perusahaan, ada yang dilakukan setiap 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan atau langsung setiap tahun sekali. Pemeriksaan dan pengujian berkala dan periodik sangat penting, untuk memastikan bahwa instalasi penangkal petir dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan standar yang berlaku.

Komponen dari instalasi penangkal petir yang sering terjadi kerusakan ialah air terminal dan grounding sistem. Kedua komponen tersebut termasuk komponen vital pada instalasi penangkal petir. Untuk air terminal kerusakan sering terjadi pada bodi dan logam penerima. Kerusakan ini terjadi dikarenakan komponen air terminal sebagai ujung penerima mendapat sambaran petir dengan intensitas yang banyak serta kapasitas sambaran yang besar. Kerusakan menjadi semakin parah tatkala pemasangan pembumian grounding instalasi penangkal petir tersebut tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan. Hal ini menjadi arus sambaran tidak terbumikan dengan sempurna, sehingga merusak air terminal penangkal petir.

Komponen penting berikutnya yang sering terjadi kerusakan yaitu grounding sistem dari instalasi penangkal petir. Biasanya kerusakan lebih banyak disebabkan oleh kesalahan konstruksi dan perencanaan awal dari grounding sistem tersebut. Selebihnya kerusakan juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang dalam hal ini kondisi tanah dengan tipe korosif, hal ini menjadikan sistem pembumian semakin cepat termakan oleh korosifitas tanah tersebut yang mengakibatkan ketidaksempurnaan pada sistem pembumian tersebut. Diperlakukan penanganan dan perlakuan khusus untuk lingkungan tanah dengan sifat korosifitas yang tinggi, sehingga sistem pembumian dapat bertahan lama dengan kondisi lingkungan yang seperti itu.


Sumber :
- Permenaker 02/MEN/1989
- Tim